Walk With MY Shoes
Donnerstag, Dezember 02, 2010
Beberapa minggu lalu, saya nonton serial televisi, Ugly Betty. Ceritanya, Betty sedang mengerjakan satu project tulisan berjudul "Walk a Mile with Their Shoes". Inti project itu adalah membuat suatu profil dari berbagai profesi, bagaimana para responden menjalani pekerjaannya sehari-hari, yang mungkin bagi orang lain merupakan profesi yang tidak lazim. Misalnya, menjadi relawan di negara miskin. Sebagai pelengkap project ini, sepatu responden--yang mereka pakai untuk bekerja setiap hari--akan difoto.
Ini hanya permukaannya.
Yang menyentuh dari episode ini adalah ungkapan "Walk a Mile with Their Shoes". Bagaimana kita perlu menyelami pikiran orang lain dengan cara "mengenakan sepatunya". Atau, mengetahui profesinya, alias kehidupannya.
Dari situ, saya jadi kembali ke perenungan hidup saya sendiri. Yang baru saja saya pahami, begitu banyak orang lebih suka memaksa memakaikan sepatunya pada orang lain, ketimbang mengenakan sepatu orang lain. Karena ini lebih mudah dan juga menguntungkan.
Lebih sering lagi, orang memaksakan orang lain untuk mengenakan sepatunya, dan berjalan sesuai arah tujuannya. Tanpa pernah bertanya, apa orang lain mau memakai sepatunya. Dan, apa dia mau berjalan ke arah tujuan yang sama.
"Ini sepatu saya dan saya mau kamu pakai ini dan berjalanlah selama 2 km, tidak boleh kurang! Pakai dan mulailah melangkah!" kata Wilhelmina, atasan Betty pada episode itu.
Sounds familiar?
Ini hanya permukaannya.
Yang menyentuh dari episode ini adalah ungkapan "Walk a Mile with Their Shoes". Bagaimana kita perlu menyelami pikiran orang lain dengan cara "mengenakan sepatunya". Atau, mengetahui profesinya, alias kehidupannya.
Dari situ, saya jadi kembali ke perenungan hidup saya sendiri. Yang baru saja saya pahami, begitu banyak orang lebih suka memaksa memakaikan sepatunya pada orang lain, ketimbang mengenakan sepatu orang lain. Karena ini lebih mudah dan juga menguntungkan.
Lebih sering lagi, orang memaksakan orang lain untuk mengenakan sepatunya, dan berjalan sesuai arah tujuannya. Tanpa pernah bertanya, apa orang lain mau memakai sepatunya. Dan, apa dia mau berjalan ke arah tujuan yang sama.
"Ini sepatu saya dan saya mau kamu pakai ini dan berjalanlah selama 2 km, tidak boleh kurang! Pakai dan mulailah melangkah!" kata Wilhelmina, atasan Betty pada episode itu.
Sounds familiar?
